Pages

Tampilkan postingan dengan label declarative marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label declarative marketing. Tampilkan semua postingan

12/08/10

Pemasaran Kreatif #2 : Attributive Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #2 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Attributive Marketing

Bagian ke-2 dari Pemasaran Kreatif adalah Attributive Marketing. menurut referensi, attributive sendiri berarti : 

"of adjectives; placed before the nouns they modify; "`red' is an attributive adjective in `a red apple".


Nah, terus apa urusannya dengan pemasaran kreatif ? ternyata ada hubungan erat dalam hal ini. Mari kita ingat-ingat, apakah di sekitar kita ada orang-orang dengan nama yang umum, namun di belakang nama yang umum tersebut, ada embel-embel yang khas, unik, dan melekat dalam ingatan, contohnya : "Karman Soto", "Sukoco Kopi", "Muchtar Kembang", "Bambang Jamu", "Sandy Gorengan" dan nama-nama lain dengan embel-embel yang begitu beragam. Bagi kita yang memilih jalan sebagai karyawan atau kita yang memilih untuk melakukan pekerjaan atau profesi umum, mungkin merasa agak risih atau tidak nyaman dengan sebutan-sebutan tersebut (atau dalam judul tulisan ini kita sebut dengan "Attribut"). Rasa tidak nyaman ini bisa muncul karena tidak setuju, karena nama adalah doa, susunan huruf dan kata yang disusun dengan seksama oleh orang tua kita, eh lha koq seenaknya diganti dengan nama makanan atau nama pekerjaan? enak saja, apa ndak takut kualat ?
Tunggu dulu, ternyata dalam perspektif marketing, penempelan atribut atau embel-embel ini menyimpan potensi yang begitu luar biasa. penyematan atribut dalam nama kita, ternyata bisa dibilang adalah sebuah pengakuan atas eksistensi kita, keterikatan dan keterkaitan kuat antara kita dengan bisnis yang kita rintis, kita kembangkan, dan tanpa henti kita publikasikan. tentunya hal ini dalam konteks positif, karena misalnya, jika atribut yang melekat adalah : "Jojo Maling", "Dendy Copet", atau "Koko Preman", wah, jadi ndak keren lagi dong, malah bikin minder habis pastinya (oya, mumpung belum mendapat komplain dan mosi tidak percaya, DISCLAIMER : kesamaan nama, atribut, dan beberapa ilustrasi yang dicantumkan dalam tulisan ini, murni sepenuhnya dicantumkan dalam konteks edukasi dan sharing, sehingga tidak ada unsur kesengajaan atau tujuan tertentu, piiiiss....).
Nah, pertanyaannya, seberapa melekat atribut yang ada dalam diri kita saat ini ? sudahkah stakeholder dan orang-orang terdekat kita, mengenal, mengingat, mengatribut kita sesuai dengan atribut yang kita inginkan atau harapkan ? Jika atribut ini belum terlalu melekat, maka jangan khawatir, selalu ada waktu untuk membuat keadaan lebih baik. Kita bisa lakukan beberapa hal positif untuk memperkuat atribut, yang efeknya nanti ? mantaaap ! jika nama kita adalah "Bobby Pulsa", maka kalau ada yang butuh pulsa, ya cari Bobby saja, atau jika atribut kita adalah "Sam Pecel", maka jika kita sedang lapar, langsung saja ingat dengan Sam.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk memperkuat atribut :
  • Mendeklarasikan atribut dalam berbagai kesempatan
  • Konsisten dalam satu bidang, atau menonjol dalam satu bidang
  • Menghindari peran ganda atau multi-identity
  • Bereaksi positif ketika orang lain sudah menyematkan atribut kepada kita
Semoga hal ini bermanfaat, dan pastikan menikmati pemasaran kreatif berikutnya, yang pastinya lebih seru, lebih baru, dan semakin menarik | Stop Dreaming Start Selling |
 
Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

Faizal Alfa Z.
Creative Marketer

11/08/10

Pemasaran Kreatif #1 : Declarative Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #1 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H


Declarative Marketing.

Konsep declarative marketing pada dasarnya sangat sederhana, ketika ada produk, sebagus dan sesempurna apapun, tidak akan terjadi transaksi bila tidak terjadi penawaran. Nah, declarative marketing adalah penawaran itu sendiri. Apa yang ditawarkan ? macam-macam, bisa produk berupa layanan/jasa, produk berupa barang/benda, orang/sosok, bahkan konsep/pemikiran. Inti dari declarative marketing adalah sampaikan apa yang kita jual, apa yang kita tawarkan, apa yang kita buat, apa yang kita dapat hasilkan, apa yang kita punya. Jangan sampai terjadi suatu keadaan, misalnya ada rekan kita yang terlanjur membeli atau memesan sesuatu, dan muncul sebuah komentar : "wah, aku udah terlanjur pesan ke supplier X Bos, aku ndak tau kalau kamu juga bisa nyuplai barang tersebut...", wah, kalau sudah terlanjur begitu, terbanglah sudah peluang, orderan, bahkan rejeki kita, sayang bukan ?
Disinilah pentingnya declarative marketing, sehingga apa yang kita jual, apa yang kita punya, akses apa yang kita pegang, jaringan yang kita miliki, benar-benar diketahui oleh rekan, relasi, partner, dan orang-orang sekitar kita. Prakteknya bisa jadi mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Yang sederhana, dalam setiap kesempatan, singgung atau sampaikan kira-kira peluang apa saja yang ada di sekitar kita, hal-hal baru yang kita temui, perkembangan-perkembangan yang kita alami, sehingga rekan-rekan terdekat kita mengetahui dinamika dan potensi-potensi yang kita kandung.
Declarative marketing dapat diterapkan secara parsial/ sepotong-sepotong dalam momen-momen yang tepat, namun juga dapat disampaikan secara komprehensif apabila momen yang kita miliki cukup panjang atau dalam nuansa yang lebih rileks, namun yang perlu mendapat perhatian dalam declarative marketing adalah frekuensi update yang konsisten dan hubungan yang terjaga baik dengan rekan-rekan, relasi, kenalan, dan partner-partner kita, sehingga setiap ada peluang dan kesempatan bisnis atau gebrakan-gebrakan yang memiliki relevansi dengan potensi yang kita miliki.
Nah, yang paling penting, jangan lagi sampai terjadi pernyataan : "Tau gitu aku pesen di kamu, kamu ndak pernah ngomong sih kalo bisa nangani kerjaan-kerjaan begituan...", waaa....., capeeeek deh....!!!! kalau sudah begitu, jadi inget olok-olok peserta kuis keroyokan di salah satu stasiun TV, Super Deal 2 M jika ada kontestan yang salah pilih : "Nggak bisa tiduuuur...., nggak bisa tiduuur"
Maka, deklarasikan bisnis dan potensi kita.

Faizal Alfa Z.
Creative Marketer
Owner Bikinprofil Dot Com

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com