Pages

31/08/10

Pemasaran Kreatif #21 : Overtime Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #21 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H
Baru pulang dari Matahari Pasar Besar Malang, aneh juga ada di Matahari di jam semalam ini, namun ternyata dari situ terbersit ide mengenai sakah satu jurus pemasaran kreatif yang layak kita kupas, yakni overtime marketing. Prinsipnya sederhana, yakni memutuskan tetap buka ketika yang lain memilih untuk tutup, tentunya dengan strategi dan pertimbangan yang matang. Matahari dengan Midnight Sale-nya, Indomaret dan Alfamart yang makin banyak dan beberapa buka 24 Jam, atau rawon setan yang konon mendapatkan namanya akibat waktu buka-nya yang tidak umum. Secara strategi, overtime marketing merupakan sebuah upaya taktis untuk mengurangi, bahkan mungkin sepenuhnya mengeliminasi kompetitor (gimana mau kompetisi, wong kompetitornya tutup), meskipun pasti ada konsekuensi logis seperti kalkulasi ulang biaya operasional, strategi shifting, ritme kerja yang perlu disesuaikan, dan hal-hal teknikal lainnya. Untuk momen-momen tertentu, overtime marketing ini bisa jadi amat efektif, misal : fotokopi yang buka di hari minggu akan menjadi idola dan primadona orang yang kepepet, warung subuh bisa jadi jujugan perut lapar yang pulang kepagian, penjual rujak cingur yang tetap buka saat lebaran akan jadi tujuan utama para penikmat kuliner, SPBU 24 jam pasti akan menjadi rekomendasi para pelancong dan penjelajah malam, pokoknya top dah ni jurus, tinggal cari momen yang tepat dan kalkulasi operasional yang yahud. selamat mencoba.

Semoga Bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

30/08/10

Pemasaran Kreatif #20 : Sensational Title Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #20 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Salam Pemasaran Kreatif,
Kali ini kita tiba pada jurus pemasaran kreatif ke #20, yang kita sepakati bernama Sensational Title Marketing, yess, this is about the title, judul bagaikan aroma penyedap yang akan mencairkan air liur calon konsumen dalam strategi pemasaran kita. Sensational Title Marketing benar-benar mengakomodasi hal ini, judul-judul yang menarik, out of the box, bahkan mungkin kadang-kadang irrasional menjadi penghias dan pendobrak pertama jurus pemasaran yang akan kita aplikasikan. Nah, yang perlu kita perhatikan, meskipun sangat menggoda, sensational title marketing tidak serta merta dapat kita aplikasikan terhadap apapun yang kita jual, bisa buku, makanan, jenis jasa, nama event, adalah beberapa yang cocok untuk pengaplikasian sensational title marketing. berikut beberapa contoh penerapannya :
  • Judul Buku Iman Supriyono : "Guru Goblok Ketemu Murid Goblok"
  • Judul Seminar yang digelar Mark-C : "Mahasiswa Jangan Jadi Pengusaha"
  • Judul Seminar yang digelar IAAS : "Jangan Minum Susu"
  • Judul Menu Makanan : "Rawon Setan"
  • Judul Menu Minuman : "Es Pocong"
Dan banyak lagi sensational title marketing yang dapat kita eksperimen dan petik hasilnya.

Semoga Bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

29/08/10

Pemasaran Kreatif #19 : Contradictive Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #19 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Pemasaran Kreatif telah sampai pada jurus ke #19. Kali ini kita akan mengupas mengenai jurus yang menarik, yakni contradictive marketing. Sesuai dengan namanya, contradictive marketing memuat unsur kontradiksi atau kebalikan.Jurus pemasaran kreatif ini bisa diaplikasikan secara efektif, karena pada dasarnya pemikiran atau persepsi manusia bersifat prediktif, memperkirakan apa yang akan ditemui sesuai dengan kewajaran / kelaziman, misalnya ketika kita bicara angsa, maka yang terlintas adalah hewan anggun dengan bulu putih. Menjadi kontradiktif dan menarik perhatian apabila kita tiba-tiba menemukan angsa berbulu ungu atau hijau. Nah, hal ini diaplikasikan oleh beberapa rekan yang menarapkan pemasaran kreatif : contradictive marketing, seperti :
  • Ridwan Abadi yang mengkampanyekan slogan unik untuk Batagor Jepangnya : Jangan beli batagor jepang, batagor jepang tidak enak, jika tidak percaya, beli saja sendiri.
  • Purdi E. Chandra dengan : cara gila jadi pengusaha
  • Maghfur dan Pery yang menjual nasi taro dengan gimmick : jangan beli nasi taro, jangan beli nasi taro, jangan beli cuma satu bungkus
  • Rekan2 Indonesia International Standard School yang merilis brosur : Jangan Ikut Free Trial IISS jika tidak ingin anak jenjang PG | TK | SD anda menjadi pintar berbahasa inggris
Rangkaian contoh-contah aktual penerapan contradictive marketing yang layak untuk menjadi catatan kita, karena satu hal yang pasti dari contradictive marketing adalah : we'll get the attention, just follow it up with a good closing. Selamat mencoba.

Semoga Bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

28/08/10

Pemasaran Kreatif #18 : Multiple Discount Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #18 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H
Wah, seru juga ya, kita sudah sampai pada edisi ke #18 jurus pemasaran kreatif. Kali ini, kita akan membahas salah satu jurus pemasaran kreatif yang sangat populer, yakni jurus multiple discount marketing. Jurus ini banyak digunakan oleh department store dan juga para pemain di ritel, dan memang terbukti cukup efektif untuk diaplikasikan. Mungkin sebagian dari kita bertanya, yang bagaimana sih yang dimaksud dengan multiple discount marketing? Pernahkah kita singgah di pusat perbelanjaan dan menemukan tulisan promosi "diskon 50% + 20% ?" atau jurus sejenis, diskon "30% + 20%" ? Nah, itu yang dimaksud dengan multiple discount, diskon yang bertingkat. Nah, kira-kira apa persepsi kita dengan diskon 50% + 20% ? jadinya diskon 70% dong? Waooow, sebuah diskon yang sangat banyak, betul? sangat menarik, layak dibeli. namun apa betul seperti itu? Ternyata disinilah kekuatan persepsi. ternyata dalam kalkulasinya, bukan diskon 70% yang kita dapatkan? Berarti penipuan dong? Bukan, namun sebuah permainan persepsi. Agar mudah kita pahami, mari kita masukkan angka. andaikan harga barang yang mau kita beli adalah Rp 100.000, maka bila mendapat diskon 70% (sesuai asumsi kita), maka kita hanya perlu membayar Rp 30.000 saja, menarik bukan? namun apabila yang diterapkan adalah diskon 50% + 20%, maka harga yang kita dapat adalah diskon 50% dari 100.000, yaitu Rp 50.000, kemudian dihitung diskon 20% dari angka 50.000 tersebut, yang besarannya adalah 10.000, maka yang harus kita bayar adalah Rp 40.000.
Berminat mencoba menerapkan multiple discount marketing?

Semoga Bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

27/08/10

Pemasaran Kreatif #17 : Signature Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #17 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Jurus pemasaran kreatif yang satu ini banyak berkembang seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Sesuai dengan asal katanya, signature atau tanda tangan merupakan salah satu alternatif cara pemasaran dengan pencantuman signature kita sebagai pemasar. Signature ini dapat berupa nama brand kita, slogan, ataupun kalimat-kalimat promotif yang kita kampanyekan, sehingga secara berulang, hal ini akan melekat pada kita. Umumnya signature marketing ini sudah dapat diaplikasikan melalui handphone dengan fitur standar template atau pola pesan. Prakteknya bagaimana? Ternyata mudah, kita dapat dengan sederhana menerapkan signature marketing. Frekuensinya? Kita cek saja, berapa kali dalam satu hari kita mengirim SMS misalnya, maka sebanyak itu pula kita dapat mengkampanyekan signature marketing. Misalnya ketika kita mengirim SMS untuk saudara, rekan, relasi, atau kerabat, tinggal tambahkan signature di belakang SMS kita, misalnya hal ini diterapkan oleh salah satu konsultan strategi keuangan asal Surabaya, Mr. Iman Supriyono, yang selalu mencantumkan nama beliau di akhir SMS yang dikirim, atau saya sendiri, yang di awal pembangunan konsep Bikinprofil Dot Com selalu mencantumkan nama Faizal Alfa Z. | www.bikinprofil.com pada setiap SMS yang saya kirim. Efeknya, aka nada efek atributif pada diri dan brand kita (hal ini memiliki kaitan erat dengan Attributive Marketing yang sudah ditulis sebelumnya). Dalam penerapan lain, hal ini juga dapat diaplikasikan pada format pengiriman email. Dengan fitur template atau pola yang terdapat dalam email, kita bisa membuat semacam footer bagi setiap email yang kita kirim. Untuk penerapan dalam email, efeknya bisa jauh lebih optimal, apalagi apabila kita telah memilki website yang telah berpublikasi, kita dapat mencantumkan signature dengan alamat website kita yang telah diberi hyperlink, sehingga apabila diklik, akan redirect melakukan kunjungan ke website kita. Selain efek marketing, pada sisi lain, signature marketing bila diterapkan dengan relevan akan memberikan banyak manfaat non-teknis, misalnya apabila rekan kita kehilangan handphone, atau data phonebook terformat, dengan SMS bersignature, rekan kita akan dapat dengan mudah mengidentifikasi, tanpa harus meng- SMS balik dengan pertanyaan polos : “Mohon maaf, ini nomor siapa, HP baru terformat, nama anda belum ada di phonebook saya”. Tertarik? Silakan, mari kita coba.

Semoga Bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer.

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

26/08/10

Pemasaran Kreatif #16 : Bring It Home Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #16 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

 
Sangat menarik mengupas mengenai jurus marketing yang satu ini, namanya saja sudah bikin ngiler, bring it home marketing. Jurus pemasaran kreatif yang satu ini diinspirasi oleh Bapak Sugianto, pemilik PT. Mitra Media Kreasindo, penyedia buku-buku suplemen untuk sekolah. Dalam sebuah kesempatan berinteraksi, Bapak Sugianto menceritakan tentang bagaimana metode pemasaran yang beliau terapkan. Metode pemasaran ini sangat sederhana, aplikatif, menarik, dan yang lebih penting, efektif. Prakteknya, Bapak Sugianto menerapkan cara ekstrim dalam distribusi produknya, misalnya salah satu produk buku suplemen bahasa inggris untuk anak-anak. Buku-buku ini, menurut istilah Bapak Sugianto, dipinjamkan kepada para siswa-siswai sekolah dasar, melalui koordinasi guru kelas. Dipinjamkan? Yang benar saja? Memang begitulah adanya, setiap paket buku ini dipinjamkan tanpa syarat kepada para siswa-siswi, dengan masa pinjam 2-3 hari. Setiap set buku tersebut berisi Buku+VCD+Sertifikat+Kamus Putar Bahasa Inggris+Surat Pengantar bagi Orang Tua Siswa (yang tentunya berisi berbagai bahasa penawaran menarik nan menggoda), plus harga “pengganti ongkos cetak” bagi semua paket yang begitu murah, karena paket produk tersebut diproduksi secara missal, sehingga dapat menekan biaya produksi. Dari setiap paket-paket yang didistribusikan, Bapak Sugianto mengaku minimal 30% dari siswa di kelas yang dibagikan buku, memutuskan melakukan pembelian, wah, ini bisa jadi menarik bagi kita, apalagi yang memproduksi atau memasarkan produk dengan tipikal dan karakteristik sama.
Darimana inspirasinya? Bapak Sugianto mengaku mendapatkan inspirasi dari penjual asongan di bis kota, nah, dari sini kita bisa membayangkan, berbagai produk, mulai dari makanan, aksesori, benda elektronik, buku, alat kerja, alat dapur, diedarkan di setiap tangan penumpang, dan setelah beberapa waktu, diambil kembali, yang beli silakan langsung dihampiri oleh sang penjual, sangat sederhana dan mengena dalam benak calon pembeli. Bahasa Inggrisnya : Seeing Is Believing, Touching is Even More, Bring Home is Mean Rising Up The Reason for Buying. Tertarik menerapkan ?
Semoga Bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer.
Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

25/08/10

Pemasaran Kreatif #15 : Upgrade Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #15 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Wah, tanpa terasa, kita sudah berada setengah jalan, sudah 15 hari kita mengupas satu demi satu jurus pemasaran kreatif yang bisa kita pilih dan kita aplikasikan. Kali ini kita akan coba mengupas mengenai salah satu jurus pemasaran kreatif, yakni "Upgrade Marketing". Jurus pemasaran kreatif yang satu ini diinspirasi oleh salah seorang pengusaha muda dari Kota Malang, Ridwan Abadi, pemilik jaringan waralaba Batagor Jepang, yang telah tersebar di puluhan kota Indonesia. Jurus upgrade marketing ini dapat diaplikasikan dalam beberapa konteks pemasaran, yang intinya sebenarnya adalah memberikan penawaran yang super menarik, sehingga seorang pembeli yang niat awalnya hanya membeli 1, bisa tertarik membeli 2,3 dan seterusnya, atau pembeli yang rencananya membeli barang A, akan tertarik juga membeli barang B, C, dst.
Salah satu penerapan yang dapat mengilustrasikan jurus upgrade marketing adalah penyelenggaraan event. Dalam awal perjalanan bisnisnya, rekan kita Ridwan Abadi banyak berkecimpung dalam penyelenggaraan event atau kegiatan massal. Beberapa kali, dapat diamati bahwa Ridwan Abadi menyelenggarakan event secara gratis/ tanpa biaya, wow, bagaimana mungkin ? ternyata ini adalah salah satu penerapan upgrade marketing. Dalam event yang gratis, peserta relatif banyak tertarik karena berasumsi nothing to loose to attend the event, sehingga lebih banyak peserta yang terlibat. Nah, konsep upgrade marketing ternyata diterapkan saat registrasi, dimana peserta yang gratis dipersilahkan mengisi daftar hadir dan dapat segera memasuki ruangan event, namun peserta yang berminat untuk upgrade, silakan digarisbawahi pada kata upgrade, peserta tinggal memilih untuk mendapatkan berbagai fasilitas tambahan seperti : sertifikat, handout, dan berbagai fasilitas lain dari event dengan membayar biaya tertentu. dalam kondisi ini, ditemukan beberapa orang akan merasa bimbang, dan memutuskan melakukan pembelian, karena dengan melakukan upgrade, pembeli akan mendapatkan manfaat lebih optimal dari event yang digelar. Nah, dari sini kita memiliki gambaran lebih jelas mengenai upgrade marketing, atau kita sering berjalan-jalan dan cuci mata di pusat perbelanjaan yang menawarkan bonus khusus, apabila kita membeli 2 buah produk secara sekaligus ? berarti kita juga kembali menemukan salah satu penerapan Upgrade Marketing.

Semoga bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer
Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

24/08/10

Pemasaran Kreatif #14 : Bottom Price Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #14 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Rasanya berbagai jurus yang kita kupas dalam pemasaran kreatif semakin seru dan menraik untuk dicoba. Salah satu yang penuh dengan aspek kreatif adalah bottom-price marketing yang kali ini kita kupas. jurus pemasaran kreatif ini diinspirasi oleh Bapak Nuril Anshori dalam momen seminar sufi entrepreneur. Pak Nuril dalam salah satu sesi seminarnya, mengupas mengenai sosok sahabat Rasul yang terkenal karena kekayaannya, yakni Abdurrahman Bin Auf. dalam awal rintisan bisnisnya ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, Abdurrahman Bin Auf berperan dalam perniagaan dengan berdagang unta. Ada yang menarik dalam strategi perdagangan yang diterapkan oleh Abdurrahman Bin Auf, yakni beliau membeli unta-unta terbaik, dengan harga yang bagus, kemudian menjualnya dengan harga pokok, ya betul, harga pokok, yang hanya mengkalkulasi biaya operasional dan kenaikan harga, selebihnya, beliau tidak mengambil keuntungan secara signifikan. dengan strategi ini, yang dalam konteks pemasaran kreatif kita sebut dengan bottom-price marketing, unta dagangan Abdurrahman Bin Auf laku luar biasa, nah darimana beliau mendapat keuntungan ? ternyata beliau mendapat keuntungan justru dari produk pelengkap, yakni tali pengikat unta, yang dibuat dengan kualitas yang baik, dan dijual dengan harga yang menguntungkan. Smart dan tactical, bottom-price marketing layak kita coba, menekan keuntungan di astu sisi, dan menangguk keuntungan dari sisi yang lain.

Semoga bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

23/08/10

Pemasaran Kreatif #13 : Portfolio Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #13 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H
Dalam posting kali ini, kita akan membahas sebuah jurus yang menarik, yakni portfolio marketing. jurus pemasaran kreatif ini terinspirsai dari salah satu rekan bisnis, Mr. Doddy Bening, pemilik dari Bening Photography. Pada prinsipnya, portfolio marketing adalah mendisplay berbagai hasil karya atau hasil pekerjaan yang pernah kita tangani, sehingga secara otomatis dapat kita simpulkan bahwa portfolio marketing, dapat diaplikasikan dan diterapkan secara optimal oleh usaha yang telah berjalan, berlangsung, dan memiliki jajaran klien. Portfolio marketing berbicara jauh lebih banyak daripada ribuan kata yang disusun, karena umumnya portfolio menampilkan karya-karya terbaik, hasil-hasil pekerjaan prestisius, yang menentukan dan memberikan sebuah tempat tersendiri, di level mana karena kita bermain, sejauh mana kemampuan kita, siapa saja yang telah mempercayakan penanganan pekerjaan kepada kita, dan seberapa hebat hasil yang diperoleh. Satu hal yang menjadi catatan penting dari portfolio marketing adalah ketelatenan dalam dokumentasi dan penyimpanan data, karena percuma saja kita mengklaim klien-klien prestisius, jika tidak ada bukti, baik berupa dokumentasi asli, maupun hasil dari pekerjaan itu sendiri. Yang jelas, bagi kita yang memiliki banyak klien dan terdata secara lengkap, jangan ragu untuk mengeksplor dan mengeksposnya dalam jurus : portfolio marketing

Semoga bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

22/08/10

Pemasaran Kreatif #12 : Cowboy Marketing | Stop Dreaming Start Selling


Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #12 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H
 
Jurus pemasaran kreatif ke 12 ini terinspirasi dari perbincangan dengan salah seorang mentor, Ridwan Abadi, beliau adalah salah seorang pengusaha muda pemilik bisnis kuliner Batagor Jepang yang menggurita sejak awal tahun 2010 ini. Jurus ini muncul dari sebuah studi kasus, bagaimana jika kita memasarkan sebuah produk atau jasa kepada orang lain, namun ternyata orang tersebut sudah menjadi pengguna produk atau jasa perusahaan lain atau competitor. Dalam konteks ini, situasi yang dilakukan adalah upaya untuk merebut pasar yang sudah ada, atau mungkin bahasa yang lebih lembut adalah memberikan sebuah pilihan/penawaran yang lebih bagus untuk konsumen yang sebenarnya telah menjatuhkan pilihan. Analogi yang akan kita gunakan dalam jurus pemasaran kreatif cowboy ini adalah bahwa ketika bertemu calon konsumen, kita seolah berada di padang gersang khas west world, dengan bar (yang kalau tidak salah dikenal dengan istilah “salon”, *efek dari nonton “Billy The Kid” atau kartun “Lucky Luke”), lengkap dengan setting kuda yang diparkir (tanpa stiker bertuliskan parker berlangganan tentunya, memangnya mau dipasang di sebelah mana?) dan onggokan-onggokan pohon kaktus penuh duri. Dalam situasi ini, kita sedang berhadapan atau head-to-head dengan calon konsumen, dengan senjata yang sama (berupa produk dan jasa yang dibahas), dan peluru yang sama (berupa informasi-informasi mengenai produk/jasa tersebut). Dalam situasi ini, kita bisa memilih untuk langsung membuka pertempuran, melepaskan tembakan, dan punya kesempatan 50 : 50, namun menurut Ridwan Abadi, kita bisa lebih cowboy dalam cowboy marketing ini, karena kita tidak tahu dengan jumlah peluru lawan, kita hanya perlu lebih tangkas dan lihai untuk berkelit dan berlindung dari tembakan lawan, sambil sesekali melepaskan cover-shoot, hingga tiba waktunya nanti lawan akan out-of-ammo, kehabisan peluru, hingga kita tinggal todongkan senjata dengan gertakan : “menyerah atau dor”, atau mungkin juga dor dulu kakinya dan ditanyai. Menyerah ndak nih ? wehehehe….
Hal yang dapat kita serap dari sisni adalah, ketika berada dalam posisi head-to-head, sebisa mungkin jangan menghamburkan peluru, hemmat dulu tenaga kita, dan lebih produktif apabila kita menggali “peluru” dari lawan, dengan mengulik info produknya, sambil menanyakan : “trus”, “kelebihannya apa”, “bisa apa saja” dsb, hingga di satu titik, sekaligus kita mengidentifikasi, apa added value yang dimilik atau ada di produk/jasa yang kita tawarkan, sehingga we will provide what is needed.
Wanna be a cowboy ?
Semoga bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer


Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com