Pages

18/08/10

Pemasaran Kreatif #8 : Bundle Marketing | Stop Dreaming Start Selling


Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #8 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Bagaimana kabar rekan-rekan ? pastinya semoga kebaikan senantiasa melingkupi kita semua. Kali ini, dalam posting mengenai pemasaran kreatif, kita akan membahas mengenai salah satu strategi pemasaran kreatif yang disebut dengan “Bundle Marketing”. Tidak banyak hal yang akan kita definisikan dalam strategi kali ini, karena sebenarnya, bundle marketing telah dideskripsikan secara gamblang dalam kutipan definisi. Bundle marketing lebih mudah kita pahami dengan berbasis pada contoh, misalnya : “beli pasta gigi bonus shampoo, beli deterjen bonus softener, beli pencukur kumis bonus refillnya” dan banyak strategi bundle lain yang dengan mudah kita temui terutama untuk produk-produk ritel. Kekuatan dari bundle marketing adalah sisi kolektivitasnya, hal ini berarti kita menjual beberapa barang yang berbeda dalam satu pack, atau menjual lebih dari satu buah barang dalam satu paket penjualan. Dampaknya bisa ditebak, aka nada collateral effect dari penerapan bundle marketing yang optimal, misalnya barang yang laku keras, dapat mengungkit penjualan barang yang kurang laku apabila dibundle-kan. Dengan iming-iming harga yang lebih murah, pembeli akan tertarik untuk membeli dalam paket, sehingga secara profit mungkin pihak penjual akan sedikit terkurangi, namun secara volume penjualan, aka nada sebuah lonjakan yang signifikan. Bundle marketing juga dapat diaplikasikan dalam rangka uji coba atau penetrasi pasar bagi produk atau varian baru. Pembeli yang masih apatis dengan produk yang baru, mungkin tergoda untuk mencoba apabila produk baru tersebut ditawarkan sebagai  bagian dari bundle, sehingga apabila sebelumnya pembeli berpikir :”kenapa harus coba-coba” dapat berubah pikiran dengan godaan bundle, sehingga berpendapat : “Boleh juga nih dicoba”, menarik bukan ? So, jangan ragu apabila kita melirik strategi bundle marketing untuk menjadi salah satu jurus pemasaran kreatif kita, buktinya tokoh si Mail dalam tayangan adiktif Upin-Ipin saja dapat ngeksis dengan strategi bundle andalannya : “Dua Potong Seringgit”, artinya dengan sekali penawaran, si Mail “mempersuasi” calon pembelinya untuk beli dua potong sekaligus.
Semoga bermanfaat | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

17/08/10

Pemasaran Kreatif #7 : Tester Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #7 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H


Memang betul jika dikatakan bahwa yang gratis-gratis, masih menjadi sebuah alternatif pilihan pemasaran yang menarik di Indonesia. Kabarnya, jika diperingkat, maka kata yang paling menarik bagi customer Indonesia adalah : 1. Gratis, 2. Diskon, dan 3. Bonus, wah, benarkah ? melihat indikasinya sih, sepertinya memang begitu. Kali ini kita mengupas mengenai salah satu strategi dalam pemasaran kreatif, yaitu Tester Marketing. Ketika mendengar mengenai frase tester marketing, beberapa dari kita pasti langsung membayangkan produk minyak wangi/ parfum, minuman, ataupun kosmetik. Nah, jika benak kita sudah terarah kesana, nampaknya kita mulai menemukan pemahaman yang tepat. Tester marketing memang umumnya diaplikasikan dalam produk-produk jenis tersebut, prakteknya, produk yang ditawarkan, dikemas dalam ukuran lebih kecil, dibuka untuk boleh dicoba digunakan, dinikmati, atau diicip secara gratis. Harapannya, setelah seeing-touching-atau tasting, calon konsumen terjawab rasa penasarannya, dan apabila memang produk yang ditesterkan sesuai / memang dapat memenuhi kebutuhan calon konsumen, maka jangan heran ketika satu demi satu calon konsumen akan tertarik dan memutuskan untuk melakukan pembelian. Tester marketing marak diterapkan dalam beberapa momen, antara lain ketika digelar bazaar, expo, pameran, ataupun umum juga digelar di Mal atau Pusat-pusat perbelanjaan pada saat peak season. Strategi tester marketing sangat cocok diterapkan untuk produk yang baru, atau produk yang sudah eksis, namun melaunching varian atau rasa baru, sehingga memerlukan sebuah familiarisasi dan pendekatan melalui icip-icip yang disebut tester marketing ini. Nah, apabila kita sedang berancang ancang melaunching produk baru, apakah itu kosmetik, makanan, minuman, parfum. snack, permen, dan beberapa jenis produk lain yang bisa diicipkan, nampaknya tester marketing perlu masuk dalam daftar strategi pemasaran yang akan kita terapkan.
Stop Dreaming Start Selling | Faizal Alfa Z. | Creative Marketer

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

16/08/10

Pemasaran Kreatif #6 : Free Trial Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #6 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H
 
Kita semakin antusias dan semakin bersemangat mengupas tentang pemasaran kreatif. Dalam tulisan ke 6 ini, kita akan bersama –sama mengupas mengenai free trial marketing. Pemasaran dengan model “coba gratis” saat ini sedang marak kita temui, terutama dalam bidang jasa, seperti pendidikan, kursus, maupun beberapa bidang lain yang memungkinkan penerapan strategi pemasaran ini. Sedikit berbeda dengan beberapa strategi pemasaran kreatif sebelumnya, free trial tidak bisa diaplikasikan dalam semua bidang bisnis atau usaha. Beberapa orang mungkin sekilas dapat menyimpulkan bahwa free trial dapat diaplikasikan pada usaha dengan layanan berbasis jasa, namun ternyata hal ini juga tidak dapat berlaku secara komprehensif, misalnya bisnis potong rambut, wah, seru juga kalau ada free trialnya, mungkin sang pemilik usaha potong rambut akan mencak-mencak dan spontan berkomentar “enak di elo, nggak enak di gue nich…”, wehehehe, padahal dijamin 100% bahwa potong rambut kan termasuk bisnis di bidang jasa.
Strategi pemasaran kreatif free trial atau coba gratis umum digunakan oleh lembaga pendidikan, misalnya sekolah-sekolah swasta yang sedang berpromosi, atau pada momen menjelang tahun ajaran baru. Teknisnya pun bisa beragam, misalnya free trial untuk 1, 2, hingga 3 pertemuan pertama. Free trial juga kadang digunakan sebagai sebuah gimmick dalam penyelenggaraan event atau seminar. Kita mungkin pernah mendengan seminar preview, atau mini seminar, yang biasanya digelar secara gratis, sebagai sebuah upaya untuk mobilisasi partisipan dalam rangka menyukseskan event utama, nah, ini termasuk juga dalam strategi free trial marketing.
Free trial merupakan salah satu strategi yang menarik, karena mengutamakan konsep berbagi yang luar biasa. Konsep free trial mengakomodasi berbagai daya tarik yang dapat mencuri perhatian calon konsumen yang masih menganut faham : seeing is believing, touching is ensuring, tasting is even better….
Hal penting yang menjadi catatan dari free trial adalah penguatan pada aspek closing atau kepastian transaksi, karena dalam beberapa kasus, sering ditemui bahwa free trial dikemas dengan bagus, namun closing tidak dikemas dengan baik, sehingga free trial terlaksana hanya berhenti pada titik penawaran (offer), tanpa tereksekusi menjadi transaksi yang meningkatkan omzet dari usaha kita.
Jika bisnis yang kita jalani berbasis pada lembaga pendidikan, pelatihan, kursus, ataupun bidang sejenis yang relevan, nampaknya strategi pemasaran kreatif free trial patut untuk menjadi bagian dari strategi pemasaran kita, dengan konsep yang matang, penawaran yang menarik, pelayanan yang ciamik, dan pengkondisian closing yang cantik, sim salabim, kita bisa menyulap peningkatan omzet dan profit usaha yang kita jalani.
Semoga bermanfaat | Stop Dreaming Start Selling | Faizal Alfa Z.

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

15/08/10

Pemasaran Kreatif #5 : Voucher Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #5 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H


Seperti sebelumnya, sebagai dasar pemahaman untuk mengupas salah satu strategi pemasaran kreatif berupa voucher marketing, kita cantumkan dulu referensi mengenai voucher.

voucher adalah :

A voucher is a bond which is worth a certain monetary value and which may be spent only for specific reasons or on specific goods. Examples include (but are not limited to) housing, travel, and food vouchers. ...

Voucher marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang favorit, karena mudah untuk diaplikasikan dan mudah untuk dipahami oleh calon konsumen. Umumnya voucher marketing diaplikasikan dalam jangka waktu yang terbatas, sehingga hasilnya dapat diamati dan diukur dengan seksama. Ada beberapa bentuk voucher, misalnya voucher diskon dan voucher promo tertentu. logikanya voucher adalah salah satu mekanisme promosi yang affordable dan masuk akal, langkahnya adalah give - then - get - more. Kita sebagai pemasar mengambil sebuah keputusan untuk mengurangi atau menipiskan profit, dan memberikannya kepada konsumen, namun di sisi lain kita memproyeksikan peningkatan penjualan atau kuantitas produk yang dibeli oleh konsumen. Asumsinya, dengan adanya voucher, market yang sebelumnya memiliki daya bali yang terbatas, dan tidak dapat menjangkau harga yang kita patok, dapat saja berubah pikiran karena adanya voucher yang kita berikan.
Hal yang perlu mendapat perhatian khusus dari voucher marketing adalah :
  1. Kalkulasi yang mantap, karena tujuan utama dari kegiatan pemasaran atau penjualan yang kita lakukan adalah peningkatan profit, bukan malah sebaliknya. Sebisa mungkin, ketika mekanisme voucher marketing kita aplikasikan, profit kita secara satuan memang berkurang, karena kita potongkan kepada konsumen, namun secara akumulatif, harus ada peningkatan kuantitas transaksi, sehingga pada akhirnya total revenue juga turut terangkat.
  2. Momen yang tepat, karena sebenarnya voucher bisa dibilang tahan musim, sepanjang tahun bisa disebar, asalkan match dengan momennya.
  3. Menentukan strategi distribusi, apakah everyone get it, atau only the special will get it.
Yang jelas, dengan adanya voucher marketing, kita bisa menggenjot penjualan dengan cara yang ekstrim, namun sekali lagi, kalkulasi yang matang harus selalu dilakukan secara paralel, karena akan sama juga bohong ketika nilai transaksi dan penjualan membumbung tinggi akibat voucher marketing, namun tidak banyak hasil atau profit yang tersisa, apalagi kalau ternyata malah miskalkulasi, dan berujung pada kerugian, capek  deeeh....
Selain bisa diditribusikan langsung, beberapa tenant juga punya jurus favorit, mendistribusikan voucher dengan cara kemitraan dan berjaringan, misalnya beli bensin dapat voucher di klinik kecantikan, atau beli pakaian, dapat voucher kosmetik, yang biasanya juga bersifat kebalikan atau saling silang, sehingga dengan voucher yang sama, periode promosi yang sama, dan besaran yang sama, dapat diraih lebih banyak cakupan pasar, dan yang lebih penting, semua diposisikan menang, kita menang, mitra menang, apalagi konsumen yang juga tersenyum senang karena telah kita manjakan, so. tertarik mencoba voucher marketing ? punya diskon 10. 30. atau 50 % ? jangan lupa saya dikontak dan dimasukkan dalam daftar penerima voucher, insyaAllah akan saya gunakan secara amanah itu voucher, wehehehehe.....
Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

14/08/10

Pemasaran Kreatif #4 : Community Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #4 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H


Sebelum masuk ke arena, seperti biasa, kita cantumkan beberapa definisi dasar yang menjadi pijakan bahasan pemasaran kreatif kita kali ini.

Community is :
  • a group of people living in a particular local area; "the team is drawn from all parts of the community"
  • common ownership; "they shared a community of possessions"
  • a group of nations having common interests; "they hoped to join the NATO community"
  • agreement as to goals; "the preachers and the bootleggers found they had a community of interests"
  • residential district: a district where people live; occupied primarily by private residences
  • (ecology) a group of interdependent organisms inhabiting the same region and interacting with each other
    dikutip dari : wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn
 
Community marketing merupakan sebuah pendekatan pemasaran yang segmented, personal, dengan karakter kedekatan yang intens antara kita sebagai pemasar dengan para partner dan atau para calon konsumen. Komunitas sebagai sebuah prospek, memang sangat menarik untuk digarap secara intensif. Konsep komunitas merupakan sebuah entitas unik, dimana beberapa orang yang awalnya terkumpul sebagai sebuah kerumunan, menspesifikkan diri pada kesamaan, baik berupa minat, hobi, latar belakang, tema bahasan, koleksi atau brand tertentu, profesi, lokasi, maupun berbagai bentuk kesamaan lain. Komunitas umumnya memiliki kolektifitas dan solidaritas tinggi, sehingga hal ini menyimpan sebuah potensi pasar yang luar biasa menarik. untuk dapat memetik manfaat dari sebuah komunitas, terutama dalam hal pemasaran, ada satu hal yang perlu menjadi sebuah pondasi atau dasar dalam pola pemikiran. Ketika berkecimpung dalam wadah berupa komunitas, kita hendaknya tidak dalam pendekatan mengambil atau memperoleh saja, karena pada hakikatnya, ketika berada dalam sebuah komunitas, yang terjadi adalah setiap anggota dalam komunitas berposisi saling memberi, sehingga ketika setiap orang bersedia untuk memberi, maka secara otomatis setiap anggota juga akan mendapatkan sesuatu berupa manfaat dari kegiatan berkomunitas tersebut. dari kegiatan yang selama ini kita amati, dapat kita sarikan beberapa tahap yang dapat kita masuki dalam komunitas, sehingga kita dapat menentukan metode pemasaran kreatif apa yang nantinya lebih efektif untuk kita terapkan.
Tahap-Tahap dalam komunitas antara lain :
  1. Tahap Inisiasi : Tahap dimana kita merupakan anggota baru dalam sebuah komunitas, kita masih asing, begitu juga para anggota yang sudah ada masih belum mengenal kita.
  2. Tahap Interaksi : Tahap ini terjadi ketika kita secara bertahap sudah memperkenalkan diri dan mulai mengenal beberapa anggota yang sudah ada.
  3. Tahap Partisipasi : Tahap dimana kita sebagai anggota sebuah komunitas sudah turut berperan aktif dalam beberapa kegiatan komunitas.
  4. Tahap Inklusi : Kita sudah diterima masuk dan dianggap bagian dari komunitas.
  5. Tahap Eksistensi : Kita tidak hanya tercatat ada dalam komunitas, namun kehadiran kita memberikan dampak terhadap komunitas tersebut.

Ketika kita sudah berada di dalam komunitas, atau bahkan ketika mungkin kita tergabung dalam beberapa komunitas yang berbeda, hal tersebut dapat menjadi momen pemasaran kreatif yang luar biasa, karena dalam komunitas pasti terjadi komunikasi-kimunikasi baik formal maupun informal yang dapat kita optimalkan untuk mengaplikasikan pendekatan pemasaran kreatif secara smart, efektif tanpa harus eksplisit, promotif tanpa harus provokatif, karena yang pasti, komunitas adalah kumpulan orang dengan loyalitas, solidaritas, dan komitmen yang luar biasa, alangkah menariknya apabila kita sebagai pemasar dapat bertukar manfaat dari sana.

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

13/08/10

Pemasaran Kreatif #3 : Opinion Leader Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #3 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Dasar mengenai Opinion Leader Marketing :

"one who is able to influence the opinions of others because of position, expertise, or personality. Such leaders help shape public opinion."

dikutip dari
cperrywehs.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderfiles/apgovernmentchapter7vocabulary.doc


Dalam posting kali ini, kita mulai membahas hal yang lebih banyak menyangkut orang lain dalam konteks pemasaran yang kita rintis. Sejenak kita amati orang-orang di sekitar kita, sahabat, rekan, saudara, relasi, tetangga, kolega. Kali ini yang kita amati adalah pengaruh atau influence dari tiap-tiap orang terhadap lingkungannya. Setelah kita amati secara seksama, eh, ternyata influence masing-masing orang berbeda lho terhadap lingkungannya, ada yang begitu dominan, pokoknya apa kata orang ini, maka orang sekitarnya akan terpengaruh atau minimal terbawa, namun ada juga orang yang tidak terlalu banyak bicara dan berpartisipasi, sehingga secara pengaruh juga kurang terasa dalam hal pendapat atau masukan dalam percakapan. Nah, berangkat dari konsep dasar tersebut, kita coba kupas lebih lanjut mengenai opinion leader marketing. sesuai dengan definisi yang kita jadikan rujukan dan kita cantumkan di awal tulisan ini, opinion leader bisa muncul akibat
  • Jabatan / position : keputusan Walikota pasti berbeda dampaknya dengan keputusan warga biasa. 
  • Keahlian / expertise : Saran dari seorang profesor perguruan tinggi atau Aktris peraih penghargaan pasti berbeda dampaknya dengan orang biasa
  • Personality / kepribadian : Beberapa orang biasa di sekitar kita, ternyata memiliki kharisma, kewibawaan, dan daya pengaruh yang juga cukup kuat untuk menentukan keputusan atas sesuatu.
Oke, kita mulai tune-in dengan konsep opinion leader, intinya adalah satu orang yang jadi panutan, contoh, dan jadi rujukan bagi banyak orang yang lain. nah, prakteknya bagaimana ? this is the most interesting part, karena dalam konsep pemasaran dikenal sebuah istilah "faktor kali", dalam konteks ini, para opinion leader adalah faktor kali dalam setiap taktik/strategi/metode pemasaran yang hendak kita aplikasikan.
Contoh kasus :
Ada sebuah distro di Kota Malang, yang punya sebuah upaya yang luar biasa dalam mengendorse mereknya, salah satunya dengan menggunakan kekuatan dari opinion leader marketing. Jadi ceritanya, setiap ada artis ibukota / selebritis Jakarta yang lagi manggung di Malang, Distro ini selalu siap untuk mengundang, menyediakan jemputan, membuat sebuah seremoni kecil, supaya sang artis mampir ke salah satu outlet distronya (bisa kita simpulkan, bahwa ni distro punya banyak outlet...) dan sang artis bebas pilih baju-jaket-celana-sepatu-atau aksesori apapun disana, untuk dipakai langsung dan dibawa pulang sebagai gift dari sang pemilik distro, sudah kita dapatkan maksudnya ? yess ! this is one of the opinion leader marketing !! Selama berada di venue distro, team dokumentasi distro tak henti-henti menjepretkan kamera kepada sang bintang, plus satu pose khusus ketika sang bintang sudah mengenakan semua busana yang dipilihnya dari seantero isi distro, walhasil efeknya : screen-shot dari sang bintang bisa masuk dalam cetakan, dengan frame besar dipajang di outlet2 distro tersebut, masuk dalam materi promo, diupload di website dan social network, yang ujung-ujungnya adalah : "Sang Bintang X saja pakai busana dari distro Y", mantep bukan ? small gift for the big impact !!
Contoh kasus 2 ;
Konon Om Bob Sadino, pada awal bisnisnya merintis dengan berjualan telur ayam. Yang punya Kemang dengan Kem Chick dan jaringan bisnis yang menggurita ini pernah mendapat komplain dari pembeli telur di awal-awal bisnisnya. Sang pembeli adalah ibu-ibu di daerah kompleks tersebut yang terkenal cerewet, ketus, judes, dan mintanya macem-macem. Nah disini terdapat sebuah poin penting lain, bagi kita para pemasar, opinion leader bagaikan pisau bermata ganda. dia bisa kita gunakan untuk ekspansi, namun juga bisa secara kilat menyampaikan hal-hal negatif tentang bisnis atau usaha kita, ngeri bukan ? atau bila kita memang seorang pemasar sejatio, hal ini justru sangat menarik, high profit is always get from a high risk.
Kembali ke kisah Om Bob, sang bibu pembeli komplain habis-habisan, karena dari paket telur yang dipesannya, ada beberapa butir telur yang pecah, wah, bisa jadi malapetaka nih, seorang opinion leader yang dikecewakan, sama dengan menyiapkan tiang gantungan untuk kegiatan pemasaran kita, namun keadaan kepepet menimbulkan berbagai akal dan inspirasi yang luar biasa, dalam kondisi ini, Om Bob dapat melakukan beautiful turn-around, komplain tidak ditanggapi dengan defensif dan reaktif, namun ditanggulangi dengan cara produktif, tanpa banyak pertanyaan, disiapkan paket telur pengganti, yang dimkirim ke rumah sang Ibu dengan pengantar yang selalu menebarkan senyum tulus, plus bonus setangkai mawar sebagai bentuk permohonan maaf, dan paket telur yang dikomplain karena ada telur yang pecah, tidak perlu dikembalikan oleh sang ibu pemesan, dianggap bonus dari Om Bob,
So smart, sehingga alih-alih menyebarkan komplainnya, sang ibu pemesan malah promo abis ke setiap ibu lain yang ditemuinya, bunyinya kurang lebih :"Eh, tau nggak Jeng, kalau beli telur ke Om Bob saja, kualitasnya bagus lho, dan kemarin, Eike beli kan ada yang rusak ya telurnya, eh, langsung diganti Neeek, udah gitu dapat bonus bunga mawar, plus, telur yang rusak ndak perlu dikembaliiin, udah buruan sana beli", menarik ? low budget, high profit ? kira-kira meningkatkan penjualan telur dari Om Bob ? Sekali lagi memberikan indikasi bahwa opinion leader marketing patut untuk jadi bagian dari strategi pemasaran kita.
Makin menarik di pemasaran kreatif, nantikan tulisan seri ke-4 esok hari.

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

12/08/10

Pemasaran Kreatif #2 : Attributive Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #2 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H

Attributive Marketing

Bagian ke-2 dari Pemasaran Kreatif adalah Attributive Marketing. menurut referensi, attributive sendiri berarti : 

"of adjectives; placed before the nouns they modify; "`red' is an attributive adjective in `a red apple".


Nah, terus apa urusannya dengan pemasaran kreatif ? ternyata ada hubungan erat dalam hal ini. Mari kita ingat-ingat, apakah di sekitar kita ada orang-orang dengan nama yang umum, namun di belakang nama yang umum tersebut, ada embel-embel yang khas, unik, dan melekat dalam ingatan, contohnya : "Karman Soto", "Sukoco Kopi", "Muchtar Kembang", "Bambang Jamu", "Sandy Gorengan" dan nama-nama lain dengan embel-embel yang begitu beragam. Bagi kita yang memilih jalan sebagai karyawan atau kita yang memilih untuk melakukan pekerjaan atau profesi umum, mungkin merasa agak risih atau tidak nyaman dengan sebutan-sebutan tersebut (atau dalam judul tulisan ini kita sebut dengan "Attribut"). Rasa tidak nyaman ini bisa muncul karena tidak setuju, karena nama adalah doa, susunan huruf dan kata yang disusun dengan seksama oleh orang tua kita, eh lha koq seenaknya diganti dengan nama makanan atau nama pekerjaan? enak saja, apa ndak takut kualat ?
Tunggu dulu, ternyata dalam perspektif marketing, penempelan atribut atau embel-embel ini menyimpan potensi yang begitu luar biasa. penyematan atribut dalam nama kita, ternyata bisa dibilang adalah sebuah pengakuan atas eksistensi kita, keterikatan dan keterkaitan kuat antara kita dengan bisnis yang kita rintis, kita kembangkan, dan tanpa henti kita publikasikan. tentunya hal ini dalam konteks positif, karena misalnya, jika atribut yang melekat adalah : "Jojo Maling", "Dendy Copet", atau "Koko Preman", wah, jadi ndak keren lagi dong, malah bikin minder habis pastinya (oya, mumpung belum mendapat komplain dan mosi tidak percaya, DISCLAIMER : kesamaan nama, atribut, dan beberapa ilustrasi yang dicantumkan dalam tulisan ini, murni sepenuhnya dicantumkan dalam konteks edukasi dan sharing, sehingga tidak ada unsur kesengajaan atau tujuan tertentu, piiiiss....).
Nah, pertanyaannya, seberapa melekat atribut yang ada dalam diri kita saat ini ? sudahkah stakeholder dan orang-orang terdekat kita, mengenal, mengingat, mengatribut kita sesuai dengan atribut yang kita inginkan atau harapkan ? Jika atribut ini belum terlalu melekat, maka jangan khawatir, selalu ada waktu untuk membuat keadaan lebih baik. Kita bisa lakukan beberapa hal positif untuk memperkuat atribut, yang efeknya nanti ? mantaaap ! jika nama kita adalah "Bobby Pulsa", maka kalau ada yang butuh pulsa, ya cari Bobby saja, atau jika atribut kita adalah "Sam Pecel", maka jika kita sedang lapar, langsung saja ingat dengan Sam.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk memperkuat atribut :
  • Mendeklarasikan atribut dalam berbagai kesempatan
  • Konsisten dalam satu bidang, atau menonjol dalam satu bidang
  • Menghindari peran ganda atau multi-identity
  • Bereaksi positif ketika orang lain sudah menyematkan atribut kepada kita
Semoga hal ini bermanfaat, dan pastikan menikmati pemasaran kreatif berikutnya, yang pastinya lebih seru, lebih baru, dan semakin menarik | Stop Dreaming Start Selling |
 
Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

Faizal Alfa Z.
Creative Marketer

11/08/10

Pemasaran Kreatif #1 : Declarative Marketing | Stop Dreaming Start Selling

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini adalah posting #1 dari Tantangan nge-Blog 30 Hari Ramadhan 1431 H


Declarative Marketing.

Konsep declarative marketing pada dasarnya sangat sederhana, ketika ada produk, sebagus dan sesempurna apapun, tidak akan terjadi transaksi bila tidak terjadi penawaran. Nah, declarative marketing adalah penawaran itu sendiri. Apa yang ditawarkan ? macam-macam, bisa produk berupa layanan/jasa, produk berupa barang/benda, orang/sosok, bahkan konsep/pemikiran. Inti dari declarative marketing adalah sampaikan apa yang kita jual, apa yang kita tawarkan, apa yang kita buat, apa yang kita dapat hasilkan, apa yang kita punya. Jangan sampai terjadi suatu keadaan, misalnya ada rekan kita yang terlanjur membeli atau memesan sesuatu, dan muncul sebuah komentar : "wah, aku udah terlanjur pesan ke supplier X Bos, aku ndak tau kalau kamu juga bisa nyuplai barang tersebut...", wah, kalau sudah terlanjur begitu, terbanglah sudah peluang, orderan, bahkan rejeki kita, sayang bukan ?
Disinilah pentingnya declarative marketing, sehingga apa yang kita jual, apa yang kita punya, akses apa yang kita pegang, jaringan yang kita miliki, benar-benar diketahui oleh rekan, relasi, partner, dan orang-orang sekitar kita. Prakteknya bisa jadi mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Yang sederhana, dalam setiap kesempatan, singgung atau sampaikan kira-kira peluang apa saja yang ada di sekitar kita, hal-hal baru yang kita temui, perkembangan-perkembangan yang kita alami, sehingga rekan-rekan terdekat kita mengetahui dinamika dan potensi-potensi yang kita kandung.
Declarative marketing dapat diterapkan secara parsial/ sepotong-sepotong dalam momen-momen yang tepat, namun juga dapat disampaikan secara komprehensif apabila momen yang kita miliki cukup panjang atau dalam nuansa yang lebih rileks, namun yang perlu mendapat perhatian dalam declarative marketing adalah frekuensi update yang konsisten dan hubungan yang terjaga baik dengan rekan-rekan, relasi, kenalan, dan partner-partner kita, sehingga setiap ada peluang dan kesempatan bisnis atau gebrakan-gebrakan yang memiliki relevansi dengan potensi yang kita miliki.
Nah, yang paling penting, jangan lagi sampai terjadi pernyataan : "Tau gitu aku pesen di kamu, kamu ndak pernah ngomong sih kalo bisa nangani kerjaan-kerjaan begituan...", waaa....., capeeeek deh....!!!! kalau sudah begitu, jadi inget olok-olok peserta kuis keroyokan di salah satu stasiun TV, Super Deal 2 M jika ada kontestan yang salah pilih : "Nggak bisa tiduuuur...., nggak bisa tiduuur"
Maka, deklarasikan bisnis dan potensi kita.

Faizal Alfa Z.
Creative Marketer
Owner Bikinprofil Dot Com

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

Tantangan nge-Blog 30 Hari | Pemasaran Kreatif dalam momen Ramadhan | Faizal Alfa Zulqurnain | Creative Marketer

Bismillahirrohmanirrohim, Yth Pembaca Pemasaran Kreatif, pada Ramadhan 1431 H / 2010 ini, saya berniat untuk memenuhi tantangan nge-blog 30 hari, yang insyaAllah sesuai dengan hari di bulan ramadhan 1431 H. Setiap hari, insyaAllah saya akan menulis 1 artikel mengenai Pemasaran Kreatif, sehingga pada saat paripurna nanti, akan terangkum genap 30 Pemasaran Kreatif, yang insya Allah jika diberi kemudahan, ke depan akan menjadi sebuah pondasi dari buku yang akan menjadi salah satu persembahan bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa ini, sekaligus menjadi salah satu titik tolak dalam hidup saya.
Semoga niatan ini mendapat kekuatan dan kemudahan dalam melaksanakannya, mohon dukungan dan masukan dari rekan-rekan, insyaAllah, dimana ada kemauan, disitu ada jalan.

Faizal Alfa Zulqurnain 
Creative Marketer
Owner Bikinprofil Dot Com

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com

09/08/10

Makan Malam Bersama Bapak Johan Budi Sava, Pemilik Jaringan Toko Buku Toga Mas | Dinner with Mr, Johan Budi Sava, Owner of Toga Mas Book Store Networks

Stop Dreaming Start Selling.

Tidak sabar rasanya untuk berbagi pengalaman menarik. kemarin, 8 Agustus 2010, ada event spesial yang yang saya ikuti. ceritanya, saya diundang oleh Radio MAS FM dalam moment istimewa, ulang tahun yang ke-16. Dalam kesempatan tersebut, saya diberi kesempatan oleh rekan-rekan MAS FM untuk mengisi sesi motivasi, dalam rangkaian acara yang luar biasa menarik. Sesi saya tampil berada diantara sesi dongeng yang seru (dengan tema klenting Abang - Kuning - Ijo) dan sesi personnel show-off. Sesi motivasi berlangsung cukup lancar, meskipun tantangannya begitu besar, karena peserta yang hadir rata-rata merupakan stakeholder dari MAS FM yang berada di level manager dan berusia cukup matang alias sepuh.. Dengan segala keberanian, persiapan, dan campur kenekatan, alhamdulillah saya mendapat pengalaman baru tampil di sesi formal. Pastinya banyak rasa penasaran dan alis yang memicing ketika memasuki sesi motivasi, dan yang tampil adalah pria muda, relatif isik cilik, namun ora pati nduwe isin, babah, pokoke tampil lan entuk pengalaman anyar.
Dalam sesi tersebut, saya mengupas mengenai tema "Memaknai Kembali Kemesraan Karier dan Keluarga", yang saya hubungkan dengan Konsep "Gelombang Otak" hasil penelitian Om Jeffrey Thompson, made in USA yang Amrik, bukan yang Urang Sunda Asli.
Pasca rangkaian seremoni, nyanyi hepi birdey dan potong kue, akhirnya sampailah sudah pada acara yang ditunggu-tunggu : ramah tamah, siiiiip. Kala tampil, sekilas dari sudut mata, nampak sosok gagah Mr. Johan Budi Sava, Big Bos jaringan Toga Mas yang ternyata juga hadir sebagai undangan. Pikir saya : "This is the time !!", pas baris di seputaran meja prasmanan, lhealah koq ndilalah posisi juga berdekatan, jadi tangan langsung mengulur ngajak salaman. "Pak Johan, masih inget saya? kita dulu ketemu saat event bincang dahsyat bareng Tung Desem di outlet Tiga Mas Dieng" .....
dag...deg...dag...deg ....(mugo-mugo wong iki eling rek, pikirku, moro aku wis kadung sok kenal sok dekat ngene hare....)
Responnya : "Ooooh...., iya-iya ingat mas, mana istrinya ?"
siiiippppp......., attempt #1 = success !
walhasil, piring - sendok - garbu diambilkan oleh Pak Johan, dan dipersilakan ngambil prasmanannya, weeeh..., respek deh sama ini orang, sudah sukses, bersahaja pula.
momen tidak berhenti sampai disitu, sepanjang sesi makan, tiada saya lewatkan kesempatan makan semeja, membuka percakapan, dan Bummm....., mendapat banyak sharing2 visioner dari yang punya Toga Mas. Lengkapnya seperti apa ? sangat menarik untuk dikupas tersendiri dalam posting berikutnya.

Jangan lupa : Stop Dreaming Start Selling.

Blog www.pemasarankreatif.blogspot.com dikelola di bawah manajemen Bikinprofil Dot Com | Inovasi pembuatan Company Profile | www.bikinprofil.com